WHAT’S HAPPENING?


Lion Air-Batik Air Maskapai Teraman

Selasa, 12 Juni 2018 - Lion Air, Batik Air, dan Garuda Indonesia masuk daftar peringkat keselamatan penerbangan ke tingkat tertinggi versi lembaga pemeringkat global AirlineRatings.com dari Australia. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dinilai mampu mendorong maskapai untuk meningkatkan peringkat keselamatan penerbangan tersebut.

Direktur AIAC Aviation Arista Atmadjati mengatakan, kabar tersebut berita baik bagi penerbangan Indonesia. Bahkan hasil kajian merupakan fakta yang baik. "Penilaian itu menunjukkan maskapai nasional sudah berkeselamatan standar internasional," kata Arista kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Senin (11/6).

Menurut dia, berdasarkan fakta keselamatan penerbangan nasional beberapa tahun terakhir, tidak ada kecelakaan mayor yang menyebabkan korban jiwa dari ketiga maskapai tersebut. Namun, masih ada peristiwa kecil seperti overshoot landing, pencurian bagasi, dan penundaan penerbangan (delay). "Peristiwa itu akan dikurangi pelan-pelan ke depan," ujarnya.

Arista menilai, Audit Keselamatan Operasional Asosiasi Angkutan Udara Internasional (IOSA) yang dilakukan setiap dua tahun tidak mudah. Audit ini membutuhkan penyelesaian ratusan item checklist keamanan dan keselamatan penerbangan oleh maskapai, seperti Standard Operating Procedure (SOP), manajemen, maintenance, dan ramp check pesawat. "Lion Air Group dan Garuda Indonesia layak lulus audit keselamatan," ujar dia.

Lembaga pemeringkat global AirlineRatings.com menyatakan, peningkatan ini merupakan hasil audit baru kepatuhan Indonesia terhadap delapan kategori dalam Program Audit Keselamatan Global (USOAP) dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Kategori ini termasuk operasi, kelaikan udara, investigasi kecelakaan, aerodrome, organisasi, legislasi, layanan navigasi udara, dan perizinan. ICAO badan yang mengatur penerbangan komersial.

Sistem peringkat keselamatan AirlineRatings.com tidak mengaudit pelatihan pilot karena ini tercakup di bawah IOSA. Pada tahun 2017, tingkat kecelakaan semua maskapai penerbangan yang terdaftar di IOSA hampir empat kali lebih baik daripada penerbangan non-IOSA (0,56 vs 2,17) dan hampir tiga kali lebih baik selama periode 2012-2016.

Semua maskapai penerbangan anggota IATA diminta mempertahankan peringkat IOSA mereka. Saat ini ada 423 maskapai penerbangan yang terdaftar di IOSA, sekitar 142 maskapai anggota non-IATA.

Selama beberapa tahun ke depan, IOSA akan menjalani transformasi digital yang memungkinkan maskapai anggota IOSA membandingkan kinerjanya. Dalam jangka panjang, transformasi digital akan membantu memfokuskan audit pada area dengan tingkat risiko keselamatan tertinggi.

Batik Air telah lulus sertifikasi IATA Safety and Security Assessment (ISSA) pada 2015, lulus sertifikasi IATA Operation Safety Audit (IOSA) 2016, berhasil menjadi member International Air Transport Association (IATA) 2018, dan lulus perpanjangan sertifikasi IOSA 2018.

"Lion Air dan Batik Air telah mendapatkan izin terbang ke Benua Eropa setelah terbebas dari EU Banned Airlines List. Tingkat keselamatan dan keamanan maskapai itu telah diakui dunia," ujar Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait.

Pencabutan larangan terbang Uni Eropa berdasarkan keputusan pakar penerbangan 28 negara anggota Uni Eropa yang terlibat pada pembahasan EU Air Safety Commite (ASC). Penilaian juga mengacu standar penerbangan internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO).

Tingkat keselamatan penerbangan Lion Air dan Batik Air sudah diakui dunia. "Tahun ini sedang diproses lagi audit IOSA kedua untuk Batik Air," katanya.

Reportase: Dian Riski Rosmayanti
Editor: Didik Purwanto