BATIK AIR DIAPRESIASI KEMENHUB


JAKARTA (HN) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengapresiasi Lion Air Group yang mendatangkan pesawat-pesawat baru ke Indonesia. Kebutuhan pesawat udara di Indonesia sangat tinggi seiring pertumbuhan penumpang angkutan udara sangat pesat.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso mengatakan, pertumbuhan penumpang angkutan udara tahun ini naik 10 persen menjadi 126 juta orang. Permintaan moda transportasi udara ini harus dipenuhi kelaikan armada dan pemenuhan faktor keselamatan penerbangan.

"Lion Air Group ini membantu kami memenuhi kebutuhan angkutan udara nasional," kata dia kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Kamis (2/11).

Batik Air baru mendatangkan pesawat ke-37 jenis Airbus 320 dari pabrikan di Toulouse, Prancis pada 1 November 2017. Agus menghadiri pengecekan kelaikan pesawat Airbus 320 dengan nomor registrasi PK-LUY itu bersama tim pilot Batik Air.

Menurut Agus, pesawat itu sudah sesuai standar armada penerbangan nasional sehingga bisa dikirim ke Indonesia. Agus melakukan sendiri tes kesesuaian pesawat tersebut dengan menekankan mesin, avionik, interior, dan eksterior armada. Bahkan pilot melakukan tes terbang dua jam. "Semua pesawat yang akan dikirim ke Indonesia harus melakukan pengecekan ini," ujarnya.

Agus meminta Lion Air Group lebih agresif mengoperasikan pesawat-pesawat baru di Indonesia. Kemenhub mengatur usia operasional pesawat penumpang di Indonesia maksimal 30 tahun. "Ini kami pertegas, tidak lagi toleransi," katanya.

Manfaatnya, kata Agus, pesawat baru ini bisa menyerap 1.200 tenaga kerja pilot menganggur. Angka kelahiran pilot-pilot baru di Indonesia terus bertumbuh pesat. Sekolah pilot berusaha menyuguhkan pilot lokal untuk menekan angka pekerja asing di Indonesia. "Jumlah pilot saat ini belum seimbang dengan pesawat yang dioperasikan," ujarnya.

Pilot in Command pesawat ke-37 Airbus 320 untuk Batik Air, Capt Surjo Djoko mengatakan, tahun depan akan datang lagi 4 unit pesawat jenis Airbus dari total pesanan 234 unit. Tiga unit pesawat Airbus 320 akan dikirim dari Kota Hamburg Jerman pada Februari secara bertahap. Satu unit pesawat akan dikirim Maret dari Toulouse Prancis. "Kami sudah jadwalkan untuk kedatangan itu," katanya.

Batik Air mengoperasikan 50 unit pesawat berjenis Airbus 320 sebanyak 36 unit dan Boeing 14 unit. Pesawat ke-37 Airbus 320 Batik Air akan dioperasikan untuk mendukung 10 destinasi wisata nasional. Dua rute penerbangan baru sudah diajukan, seperti Jakarta-Labuan Bajo, dan Jakarta-Silangit (Danau Toba).

Maskapai naungan Lion Air Group ini terus ekspansi bisnis untuk memenuhi kebutuhan transportasi udara nasional. Hingga kini, maskapai sudah melayani 37 destinasi domestik dan internasional dengan frekuensi 280 penerbangan per hari.

Batik Air menerima sertifikat IATA Operational Safety Audit (IOSA), audit internasional keselamatan penerbangan pada 18 November 2016. Dengan sertifikat ini, Batik Air lulus standardisasi keamanan penerbangan internasional.

Reportase : Dian Riski Rosmayanti
Editor : Admin