BATIK AIR AKAN PAKAI AIRBUS 330


JAKARTA (HN) - Maskapai Batik Air akan kembali membuka rute ke Australia. Sydney dan Melbourne menjadi dua kota yang dibidik. Batik Air akan terbang menggunakan pesawat berbadan besar (Wide Body) jenis Airbus 330.
Direktur Utama Batik Air Capt Achmad Luthfie mengatakan, penerbangan ke Sydney akan dilakukan Desember tahun ini. Pesawat akan berangkat dari Denpasar ke Sydney melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. "Kami akan terbang Denpasar-Sydney pakai pesawat baru Airbus A330," kata Luthfie kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Senin (24/7).

Pesawat Airbus A330 rencananya datang tiga unit hingga akhir tahun ini. Dua unit dialokasikan untuk Malindo Air dan satu unit untuk Batik Air. Pesawat ini akan memberi pengalaman terbang tamu Batik Air dilengkapi layanan penuh di dalam kabin.

Penumpang akan dimanjakan dengan layanan hiburan yang tersedia di setiap kursi. Terdapat layar datar berisi musik, film, dan permainan. Perjalanan menjadi tidak bosan karena ragam pilihan hiburan dan makanan.
Menurut Luthfie, pangsa pasar tamu dari Australia sangat tinggi. Hal ini tampak dari capaian tingkat keterisian kursi (okupansi) pesawat pada penerbangan Denpasar-Perth sejak sebulan lalu. "Kita bertahan di 75-80 persen di hari kerja. Kalau hari libur selalu penuh," katanya.

Diharapkan okupansi penerbangan Jakarta-Sydney menyamai rute sebelumnya. Banyak permintaan dari agen perjalanan di Australia agar Batik Air membuka rute penerbangan baru ke kota-kota lain. "Antusiasme masyarakat Sydney sangat tinggi," ujarnya.

Batik Air menyasar penerbangan Denpasar-Sydney karena ingin membantu pemerintah meningkatkan wisatawan mancanegara. Pemerintah kekurangan 2 juta kursi untuk wisatawan mancanegara agar bisa menikmati ragam pariwisata Indonesia. "Kami komitmen akan bantu pemerintah menyediakan kebutuhan kursi untuk wisatawan," katanya.

Bulan depan Batik Air akan membuka rute Jakarta-China, khususnya Kota Guangzhou dengan menyasar pasar kelas bisnis. Luthfie mengatakan, rute penerbangan ke China sudah diajukan, menanti persetujuan dari Menteri Perhubungan.

"Sudah diproses," ujarnya.

Reportase : Dian Riski Rosmayanti
Editor : Admin