BATIK AIR SIAP TERBANG KE AUSTRALIA


JAKARTA (HN) -Maskapai Batik Air berhasil mengantongi Air Operator Certificate (AOC) dari otoritas penerbangan Australia. Dengan izin tersebut, maskapai di bawah bendera Lion Air Group itu siap menjelajah langit Australia.

AOC diterbitkan CASA (Civil Aviation Safety Authority) Australia pada Jumat (25/11). Batik Air dapat mengoperasikan pesawat bertipe A320-200, Boeing 737-800, dan Boeing 737-900.

Batik Air akan menjadi maskapai Lion Air Group kedua yang terbang ke Australia setelah Malindo Air. Saat ini Malindo Air telah menyediakan layanan dari Kuala Lumpur ke Perth.

Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan, kini sedang menyelesaikan proses administrasi untuk penerbangan Bali-Perth. Batik Air menargetkan dapat terbang menuju Australia pada Desember 2016 atau Januari 2017.

"Iya targetnya (Desember 2016 atau Januari 2017), hanya saja kita sedang mengurus administrasi pengajuan rute penerbangan. Itu tidak gampang," ujarnya kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Minggu (27/11).

Edward mengatakan, CASA salah satu regulator penerbangan paling ketat di dunia. Sebab izin penerbangan ke negeri Kanguru itu telah diajukan sejak 2015.

Rencananya Batik Air akan menjelajah seluruh kota di Australia, seperti Sydney dan Melbourne dari Bali. Namun Lion Air Group akan fokus mendapatkan izin rute Bali-Perth dalam waktu dekat. "Kita fokus ini dulu, bahkan kita mau ke semua kota tapi bertahap," katanya.

Tahun ini menjadi tahun membanggakan bagi Batik Air. Sebab banyak perolehan yang didapat dalam mengembangkan bisnis di dunia penerbangan.

November ini Batik Air telah terdaftar di IATA Operational Safety Audit (IOSA). Batik Air berhasil menyelesaikan audit internasional tentang keselamatan penerbangan.

CEO Batik Air Achmad Luthfie mengatakan, Batik Air telah bekerja keras mendapatkan sertifikat ini. Audit dilakukan selama tiga bulan dengan seribu lebih item check list yang harus dipenuhi. "Baik dari sisi teknik, keamanan, sudah terpenuhi semua," ujarnya.

Dengan sertifikat ini, Batik Air telah dinyatakan lulus menjalankan standardisasi keamanan penerbangan internasional. Bahkan Batik Air menjalankan penuh manajemen keamanan yang ditetapkan dunia penerbangan internasional.

"Ini sangat membanggakan karena kalau mau terbang ke luar negeri itu negara akan menanyakan apakah perusahaan Anda sudah lulus IOSA?" kata dia.

IOSA dirancang untuk mengkaji dan menilai manajemen operasional dan sistem kontrol sebuah maskapai. Audit akan menggunakan lebih dari 900 standar harmonisasi internasional dan praktik yang direkomendasikan.

Dengan sertifikat IOSA, Batik Air akan terus meningkatkan ekspansi bisnisnya sampai ke sejumlah kota di negara-negara ASEAN. Pada Desember ini, Batik Air akan terbang ke tiga kota di India, yakni Chennai, Kolkata, dan Mumbai.

Februari tahun depan akan terbang ke China dengan kota tujuan Shenzhen dan Guangzhou. Batik Air akan terbang setiap hari dan kini sedang dalam proses pengajuan izin. "India dan China itu negara dengan penduduk terbanyak di dunia. Ekonomi di India itu kalangan ekonomi menengah atasnya mencapai dua juta orang," ujar dia.

Rute tersebut dibuka untuk mendukung program Presiden Joko Widodo yang ingin mencapai target wisatawan mancanegara hingga 27 juta orang pada 2019. Batik Air telah melayani penerbangan ke-28 destinasi domestik dan penerbangan menuju Singapura.

Batik Air juga menerima sertifikat IATA Standard Safety Assessment (ISSA) pada Januari 2016. Juni lalu, Komisi Eropa (European Commission-lembaga eksekutif Uni Eropa/UE) telah mencabut pemblokiran penerbangan Lion Air dan Batik Air. Pencabutan tersebut merupakan pengakuan terhadap kemajuan industri penerbangan nasional.

Bahkan Batik Air maskapai yang memiliki tingkat ketepatan waktu penerbangan (On Time Performance/OTP) tertinggi di Indonesia dengan persentase mencapai 95-96 persen.

Hingga akhir tahun ini Batik Air akan mendatangkan empat unit pesawat jenis Airbus 320. Hingga saat ini Batik Air mengoperasikan 37 pesawat dengan total 200 penerbangan per hari.



Reportase : Dian Riski Rosmayanti
Editor : Admin